Corporate culture and language learning
  Budaya korporasi dan pembelajaran bahasa
  Lost in Translation (Bahasa Version)
  Strategies for maximizing your potential in the IELTS test.
  The magic of training
  Tips and strategies for IELTS (Bahasa Indonesia)
  Why study English?
  The new hi-tech player in Jakarta’s English language education sector
  Lost in Translation
  Technology in the ESL classroom – Changing the way students learn to listen
  Indonesia's problems with English
  Transisi dari papan tulis menuju Smartboard
  In the media: Pemain baru berteknologi tinggi dalam sector pendidikan Bahasa Inggris di Jakarta.
  Kursus bahasa Inggris untuk bisnis
  The IELTS test and IELTS preparation
  Keajaiban dalam dunia Training
  The IELTS test & English Language Problems in Australian Universities
  Free online resources for Aim students
  why go private?
Please enter keyword to begin search
Get info
Customer Service :
Reception :
Corporate Training Dept. :
Chat with your teachers
Monica :
Dewi :
Andrew :
Sandhy :
Ruchi :
Other Info
Marketing :
HRD :
Manager :
 
 

Keajaiban dalam dunia Training

 

Pastilah ada keajaiban di sana karena jutaan perusahaan rela mengeluarkan uang hingga milyaran dolar untuk keperluan training. Yang menarik, perusahaan-perusahaan tersebut menemukan bahwa mereka sebenarnya bisa bertahan tanpa menyelenggarakan training apapun ketika mereka kehabisan dana. Malahan, ada berbagai anekdot yang menggambarkan kecenderungan perusahaan untuk memotong dana training sebagai langkah pertama ketika keuntungan perusahaan mereka menurun. Secara logis, satu-satunya kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa perusahaan memandang bahwa training tidak memberikan kontribusi apapun pada perolehan keuntungan dalam perusahaan pada jangka pendek dan menengah. Pada jangka panjang mereka mengakui bahwa sumberdaya manusia yang terlatih memiliki kemampuan lebih baik daripada yang tidak terlatih. Pada jangka pendek mereka lebih memilih untuk tidak menghabiskan uang mereka untuk training.

Akan tetapi, sesungguhnya justru pada masa-masa sulit itulah sebuah perusahaan membutuhkan orang-orang yang terlatih untuk melepaskan perusahaan dari situasi sulit. Orang-orang yang tahu bagaimana meningkatkan produktifitas atau menurunkan tingkat kecelakaan. Orang-orang yang tahu bagaimana menghadapi pelanggan dengan baik.

 

Pada kenyataanya, perusahaan sudah bisa menduga bahwa setengah dari training yang mereka lakukan adalah sia-sia belaka, tetapi mereka tidak tahu bagian mana yang sia-sia. Dan ketika masa-masa sulit datang, seperti biasanya, 50% kemungkinan untuk meraih keuntungan dikalahkan oleh 100% kepastian bahwa mereka harus mengeluarkan uang.

Salah satu rahasia training, seperti yang telah disadari oleh perusahaan-perusahaan terkemuka dan dikagumi, yaitu bahwa mereka harus menyadari sepenuhnya keterampilan apa yang mereka butuhkan, dan mengapa. Selain itu, mereka juga harus mengetahui secara jelas hasil apa yang mereka harapkan, dan bagaimana menentukan apakah hasil-hasil tersebut telah tercapai. Selanjutnya, berapa banyak uang yang harus dialokasikan untuk menciptakan hasil yang diinginkan. Apabila anda mengetahui elemen-elemen dalam persamaan penting ini, maka tidak ada alasan apapun untuk memotong dana training ketika pasar anda menurun.

Ada dua rahasia lain. Yang pertama yaitu motivas; bukan motivasi perusahaan melainkan motivasi peserta training. Tanpa motivasi, para peserta training tidak akan memperoleh keuntungan apapun. Peserta pelatihan harus benar-benar menginginkan training tersebut. Barangkali training tersebut merupakan kunci bagi mereka untuk mendapatkan kenaikan pangkat. Atau barangkali training tersebut dapat menyelamatkan nyawa mereka seandainya terjadi kebakaran di pabrik mereka. Atau barangkali training tersebut akan memberi mereka kesempatan untuk bekerja di bidang yang mereka impikan selama ini. Trainer professional manapun akan mengatakan bahwa peserta training dengan motivasi tinggilah yang akan mendapatkan paling banyak keuntungan dari pelaksanaan training.

Rahasia terakhir yaitu cara pelaksanaan training itu sendiri. Tidak diragukan lagi dan tidak bisa dibantah lagi, training tersebut harus bersifat fleksibel agar dapat berfokus pada kemampuan dan gaya belajar yang unik dari masing-masing individu peserta. Training manapun yang dalam pelaksanaannya menerapkan prinsip “satu-untuk-semua” tak lain hanya menjual program yang sebenarnya “tidak-untuk-siapapun”.

Rahasia-rahasia di atas (yang sekarang sudah bukan lagi rahasia setelah saya tuliskan di sini!) paling jelas terlihat dalam area pelatihan bahasa yang sulit dan memakan waktu. Akan tetapi, berikut ini adalah link dari sebuah perusahaan muda yang memiliki rahasia-rahasia tadi di dalam DNA-nya, dan karenanya ia dapat tumbuh dengan sangat cepat.

www.aimjakarta.com


  Copyright © 2008 AIM for English. All Rights Reserved. Developed by Proweb